Selasa, 11 September 2012

PENYAKIT MENULAR PADA HEWAN KESAYANGAN


         PENYAKIT PADA HEWAN KESAYANGAN
Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Ada banyak penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit zoonosis ini. Berikut beberapa penyakit zoonosis yang lazim ditemukan pada ternak kambing, domba dan sapi.
1. ANTHRAX
Penyebab : bakteri Bacillus anthracis
Hewan terserang : Sapi, kambing, domba, babi dan burung onta.
Gejala : Demam tinggi, nafsu makan hilang, gemetaran, nafas ngos-ngosan, bengkak-bengkak, keluar darah dari lubang-lubang alami (telinga, hidung, mulut, anus & kemaluan ) kemudian diikuti kematian. Organ limpa membengkak dan berwarna gelap.
Penularan : melalui makanan (mulut), pernafasan dan kontak kulit.
Pemotongan : hewan teserang anthrax dilarang untuk dipotong.
2. BRUCELLOSIS (Keluron Menular)
Penyebab : bakteri Brucella abortus
Hewan terserang : Sapi, kambing.
Gejala : Keguguran pada hewan bunting. Peradangan testis (buah pelir) pada hewan jantan.
Penularan : melalui saluran makanan, kelamin, selaput lendir dan luka oleh air kencing, air ketuban, susu dan daging hewan penderita.
Pemotongan : dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) dengan pengawasan ketat oleh dokter hewan. Bekas tempat pemotongan disucihamakan.
3. LEPTOSPIROSIS.
Penyebab : bakteri Leptospira sp
Hewan terserang :Sapi, anjing, kerbau, babi, tikus.
Gejala : demam, nafsu makan turun, sesak nafas, loyo, selaput lendir kekuningan (icterus), air kencing lebih pekat dan berwarna kuning. Ginjal membengkak dan berwarna gelap.
Penularan : makanan dan minuman (daging, organ ginjal dan susu ) yang tercemar bakteri leptospira. Juga oleh air kencing hewan penderita ,atau genangan air yang tercemar air kencing penderita , lewat selaput lendir dan luka.
Pemotongan : hewan penderita leptospirosis tidak boleh dipotong (dikonsumsi).
4. SALMONELLOSIS ( Diare Menular)
Penyebab : bakteri Salmonella sp.
Hewan terserang : sapi, domba, kambing, babi, ayam.
Gejala : diare disertai lendir, kadang berdarah.
Penularan : Daging, telur dan susu merupakan sumber penularan. Juga kotoran penderita yang mencemari makanan, minuman dan alat-alat.
Pemotongan : hewan penderita tidak boleh dipotong.
5. TUBERCULOSIS
Penyebab : bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Hewan terserang : sapi, babi, kuda, domba, kambing, kera, anjing dan kucing.
Gejala : tidak terlalu jelas. Kadang batuk yang tidak sembuh-sembuh. Paru-paru terdapat benjolan-benjolan putih (tuberkel). Dalam keadaan berat tuberkel menyebar ke seluruh bagian tubuh.
Penularan : lewat saluran pencernaan dan pernfasan oleh percikan batuk hewan penderrita.
Pemotongan : apabila ditemukan tuberkel pada satu organ saja, daging boleh dikonsumsi. Hanya organ yang bersangkutan diafkir (dimusnahkan / dibakar). Jika tuberkel ditemukan pada banyak organ, maka harus diafkir seluruhnya. Dibakar dan ditanam.
6. ORF
Penyebab : virus parapox
Hewan terserang : kambing dan domba
Gejala : peradangan pada kulit, kemudian melepuh dan terbentuk keropeng. Bagian yang sering dijumpai adanya keropeng yaitu kulit yang jarang ditumbuhi bulu misalnya sekitar mulut, mata, alat kelamin dan ambing.
Penularan : kontak langsung dengan bahan-bahan yang mengandung virus tersebut.
Pemotongan : tidak boleh dipotong atau boleh diopotong dibawah pengawasan dokter hewan.
7. SISTISERKOSIS (Cacing Pita )
Penyebab : cacing pita Taenia saginata
Hewan terserang : Sapi & kerbau.
Penularan : makanan yang tercemar telur cacing pita dari kotoran manusia penderita (cacing pita dewasa hanya hidup di saluran pencernaan manusia).
Gejala : tidak menunjukkan gejala nyata. Terdapat gelembung-gelembung seperti butiran beras pada beberapa bagian daging atau organ dalam.
Pemotongan : bila infestasi merata yaitu disetiap irisan daging terdapat kista, maka semuanya harus diafkir / dimusnahkan. Apabila infestasi ringan / tidak merata, daging boleh dikonsumsi setelah dimasak secara matang atau dibekukan –10oC selama 6 hari.
8. TOXOPLASMOSIS
Penyebab : protozoa bersel tunggal Toxoplasma gondii
Hewan terserang : Sapi, kambing, domba, kerbau, babi, unggas, anjing, kucing.
Gejala : Tidak ada gejala yang nyata. Apabila kista berada di otak akan menunjukkan gejala epilepsi. Kista yang berada di retina maka penderita akan mengalami kebutaan.
Penularan : melalui salauran pencernaan lewat makanan (daging, buah , sayuran ), minuman, tangan dan alat yang tercemar telur toxoplasma maupun kistanya. Toxoplasma hanya berkembang biak didalam seluran pencernaan kucing penderita.
Pemotongan : boleh dipotong karena secara fisik (visual) sulit mendeteksi adanya kista toxoplasma. Disarankan untuk selalu mengkonsumsi daging yang telah dimasak secara baik.
9.SCABIES
Penyebab : parasit Sarcoptes scabiei
Hewan terserang : sapi, kerbau, kambing, domba, babi, anjing, kucing dan kelinci.
Gejala : peradangan dan gatal-gatal pada kulit sekitar mulut, mata, telinga, kaki dan ekor, diikuti kerontokan bulu dan penyebaran ke bagian kulit lainnya.
Penularan : kontak langsung dengan penderita.
Pemotongan : diijinkan dengan mengafkir kulit. Daging diperiksa apakah masih layak untuk dikonsumsi.
10. RINGWORM
Penyebab : cendawan Trichophyton dan Microsporum.
Hewan terserang : Sapi, kambing, domba, unggas, anjing, kucing, kuda.
Gejala : bercak-bercak merah, bernanah, bulu rontok terutama kulit bagian muka, leher dan punggung.
Penularan : kontak langsung.
Pemotongan ; hewan penderita boleh dipotong dan dagingnya boleh dikonsumsi. Kulit diafkir dan dibakar.

NyamuuuK Nakal..


Morfologi, Daur Hidup Dan Prilaku Nyamuk
Nyamuk termasuk kelas Insecta, Ordo Diptera dan famili Culicidae.  Berperan sebagai vektor penyakit pada manusia dan binatang (lewat gigitan) yang penyebabnya berbagai macam parasit dan virus antara lain :
  • Parasit penyebab Filariasis – hanya sebatas tumbuh
  • Parasit penyebab Malaria – tumbuh, berkembang biak dan berubah menjadi bentuk infektif
  • Virus DHF
  • Virus Chikungunya – virus berkembang lebih banyak sebelum
  • Virus demam kuning
  • PEMBAGIAN FAMILI CULICIDAE
  • Tribus  Anophelini (Anopheles)
  • Tribus Culicini (Culex, Aedes, Mansonia)
  • Tribus Toxorhynchitini (Toxorhyncytes)
Morfologi Nyamuk
  • Berukuran kecil ( 4 – 13 mm) & Rapuh
  • Pada kepala ada probosis yang panjang dan halus
·         Sebagai penghisap darah – pada betina
·         Sebagai penghisap bahan-bahan cair – pada jantan
  • Palpulus yang terdiri 5 ruas
  • Sepasang antena terdiri 15 ruas :
·          pada jantan berambut lebat (pulmose)
·         pada betina berambut jarang (pilose)
  • Toraks yang tampak (Mesonotum) sebaian besar diliputi bulu halus yang berwarna putih / kuning
  • Sayap Skutelum berbentuk melengkung (rounded) pada anophelini dan membentuk 3 lengkungan (Trilobus) pada Culicini
  • Sayap panjang dan langsing ada vena yang permukaannya ditumbuhi sisik sayap
  • Terdapat sederetan rambut (Fringe)
  • Abdomen berbentuk silinder dasn terdiri 10 ruas- dua ruas terakhir berubah jadi alat kelamin
  • Punya 3 pasang kaki (Hexapoda) melekat pada toraks dan tiap kaki terdiri dari 1 ruas femuri, 1 ruas tibia dan 5 ruas tarsus
DAUR HIDUP
  • Metamorfosis sempurna :  Telur      –     Larva     –     Pupa      –      Dewasa
  • Telur yang batu diletakkan berwarna putih, lalu 1 – 2 jam menjadi hitam
  • Genus Anopheles – telur diletakkan satu per satu terpisah di permukaan air
  • Genus Aedes-telur diletakkan satu persatu terpisah di tepi permukaan air, pada lubang pohon, containers, lubang tanah kering yang kemudian digenangi air
  • Genus Culex  -  telur diletakkan saling berdekatan sehingga membentuk rakit (raft)
  • Telur culex diletakkan diatas permukaan air, sedangkan telur mansonia diletakkan di balik permukaan daun tumbuh-tumbuhan air
  • Setelah 2 – 4 hari telur menetas jadi larva dan selalu hidup dalam air
  • Tempat perindukan (breeding place) tiap spesies belainan, antara lain : rawa, kolam sungai, sawah, comberan, got, saluran air, bekas jejak kaki binatang, lobang pohon dan kaleng.
  • Larva terdiri 4 substadium (instar) dan mengambil makanan dari tempat perindukan
  • Pertumbuhan larva stadium I – IV pada Culex & Aedes berlangsung 6 – 8 hari, sedangkan pada Mansonia ± 3 minggu
  • Lalu tumbuh menjadi pupa yang tidak makan, tapi perlu O2 melalui breathing trumpet
  • Untuk tumbuh dewasa perlu ± 1 – 3  hari sampai dengan beberapa minggu
  • Pupa jantan menetas lebih dulu, tidak pergi jauh menunggu nyamuk betina untuk berkopulasi, nyamuk betina menghisap darah untuk pembentukan telur.
  •  Ada beberapa spesies yang tidak perlu darah untuk pembentukan telur (antogen). Contoh : Toxorhynchites Amboinensis
Perilaku Nyamuk
  • Umur nyamuk betina hidup lebih lama dari nyamuk jantan
  • biasanya ± 2 minggu tapi ada juga 2 – 3 bulan, misal Anopheles Punchipenis di Amerika
  • Hospes yang disukai nyamuk berbeda-beda
  • Kebiasaan menghisap darah :  Antropofilik, Zoofilik, Antropozoofilik
  • Tempat istirahat : Endofilik & Eksofilik
  • Aktivitas menggigit : Night biters, Day bitters, Endofagik, Eksofagik
  • Jarak terbang nyamuk betina lebih jauh dari nyamuk jantan
  • Daya terbang berbeda-beda menurut spesies :
1.    Ades aegypti – jarak terbangnya pendek
2.    Anopheles – 1,6 Km
3.    Aedes Vexans – ± 30 km